Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

Kamis, 12 Mei 2016



Dalam memiliki tempat tinggal, tentunya kita megingkinkan rumah yang indah, bersih dan nyaman. Begitu pula harusnya kita memperlakukan bumi, tempat tinggal kita. Setiap harinya, terdegar keluhan panas, banjir, dan masalah lainnya. Seakan semua menyalahkan alam dan bumi. Namun apakah kita sadar, semua yang terjadi pastilah ada sebabnya bukan?
Bumi menjadi semakin panas setiap harinya karna ulah kita, manusia yang meyebabkan hal itu. Miliaran penghuni yang bertempat tinggal dan hidup darinya, tetapi semua lupa bagaimana merawatnya yang sudah semakin tua. Ia memberikan sumber kehidupan yang melimpah namun kehidupannya sendiri semakin terancam.
Bagaimana bisa tempat tinggal menjadi nyaman bila bukan penghuninya yang merawatnya ? Begitu banyak gerakan yang muncul untuk mengajak semua masyarakat peduli akan lingkungan alam. Bukan hanya itu, banyak generasi muda pula seperti mahasiswa yang turut menyelenggarakan berbagai kegiatan tuk peduli akan kondisi bumi.
Meski begitu, banyak pula masyarakat yang belom menyadari pentingnya merawat dan menjaga sikap untuk peduli akan kebersihan dan dampak dari apa yang mereka lakukan.  Terutama di tempat-tempat wisata. Tempat wisata seharusnya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang menyukai nuansa alami. 
Untuk membuat wisatawan merasa betah tentunya kawasan wisata alam harus menjaga keunikan, kelestarian, dan keindahannya. Tetapi limbah atau sampah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dapat mengancam kawasan wisata alam. Alam nan indah haruslah tetap indah untuk dinikmati bukan menjadi objek yang kita manfaatkan dan terlupakan.
Entah karna lupa atau banyak manusia yang cuek, tak nampak begitu jelas kekhawatiran akan keadaan bumi yang semakin sekarat. Cuaca tak menentu, lingkungan yang kotor mengakibatkan banyak penyakit  bermunculan. Dan penyakit yang timbul itu sebenarnya untuk diri kita sendiri, manusia.
Coba bercermin, apakah kita sebagai manusia lebih sering meminta atau memberi untuk bumi ini ? Adakah kita menjaganya, merawatnya dan melestarikannya? Bila ingin memiliki kehidupan yang sehat,  bersih, nyaman tentu di perlukannya usaha bersama untuk berkotribusi melaksanakannya.
Berharap semua ucapan, ajakan untuk menjaga lingkungan dari pemerintah maupun masyarakat bukan hanya wacana yang mengudara di langit. Karena satu langkah, satu perbuatan peduli kita sangatlah dibutuhkan oleh bumi. Bumi selalu membantu kehidupan kita, kini kitalah yang harus membantunya untuk tetap bertahan hidup di masa tuanya.

Rabu, 11 Mei 2016


Dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora  bersama Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengadakan  3rd Social Sience Week yang ketiga dengan bertemakan  “Earth Focus for the future” pada tanggal 18-23 April 2016. Hal ini dilakukan sebagai wujud apresiasi kepedulian mahasiswa Universitas Bunda Mulia terhadap lingkungan hidup.
            Acara ini diadakan di The UBM Plaza (TUPA) yang terletak di lobby pintu masuk Universitas Bunda Mulia. Lokasi strategis ini menjadi salah satu spot yang baik untuk menggaet perhatian seluruh mahasiwa yang berlalu lalang saat datang, pulang maupun sedang berisitirahat. Bukan hanya itu, acara ini mendapat dukungan dari Kementrian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  serta Alfamart, Yayasan Tzu Chi, serta DAAI TV.
            Yayasan Tsu Chi dalam kesempatan ini memberikan edukasi mengenai makanan sehat dan baik, serta memberikan air kebajikan secara gratis. Air kebajikan dibagikan kepada seluruh mahasiswa yang datang membawa botol pribadi atau menukar air kebajikan dengan membawa botol plastik. Botol plastik yang dikumpulkan Tsu Chi akan diolah kembali dengan harapan meningkatkan kesadaran mahasiwa untuk mulai peduli akan global warming.
            Tak ketinggalan pula, acara ini pun disiarkan langsung oleh DAAI TV sebagai media partner. Selama 6 hari, kegiatan ini diliput dan dilaporkan utuk menunjukkan banyak generasi muda Universitas Bunda Mulia yang peduli akan lingkungan.
Dalam kemeriahan ini, disisipkan perlombaan mengenai Fotografi dan essay yang bertemakan lingkungan hidup. “Untuk pertama kalinya, pameran fotografi dan essay (Fotography and essay exhabiton) pertama kali di Univesitas Bunda Mulia (UBM). Karena dulu hanya photography. Tujun kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran generasi muda  bagaimana menempati bumi ,bagaimana sika kita terhadap lingkungan secara berkelanjutan, “ ungkap Yuri Alfrin, Pembina Photography  and Essay.
Untuk lomba fotografi dan essay, hanya yang sudah diseleksi yang dapat dipajang dan dapat di nikmati mahasiswa yanng lalu lalang di TUPA. Foto yang dihadirkan sekitar 50 dari 150 foto dan 20  artikel dari 120 artikel yang digabungkan dari tiga kelas.  “Kriteria foto yang menang, yang memiliki captions dan foto yang sesuai dengan tema,” ucap Ines, Ketua Klub KLIK.
Menurut Sandra, Wakil Ketua Pelaksana pameran, “ Judul, keterkaitan konten , pemilihan kata, menarik atau tidaknya itu lah yang menentukan mana artikel yang layak untuk menang. Untuk pemenang sendiri, kami meyediakan posisi Juara 1, Juara 2 dan  favourite. Hadiah masih dirahasiakan agar menjadi surprise” .
Bukan hanya itu, pengunjung dapat memberikan dukungan mereka kepada artikel maupun foto yang mereka sukai sebagai bahan pertimbangan juri. Komentar terbaik pun akan mendapatkan apresiasi dari panitia penyelenggara acara ini.
            Selama berlangsungnya kegiatan ini, banyak pula kegiatan yang diadakan seperti Seminar Nasional, lomba kebudayaan Tionghua,Digital Exclusive Competition,Kuliah umum, Movie Subtitling and Battle of the brains, Seminar Neuro-Linguistic Progamming, dan Sharing alumni.

Antusias dan partisipasi mahasiswa UBM dalam penyelengaraan acara ini meyakinkan bahwa kegiatan bermanfaat ini pun dapat terus diadakan setiap tahunnya.

Selasa, 10 Mei 2016




Potret mengkisahkan segalanya. Tanpa suara namun bercerita, tanpa sentuhan namun terasa. Begitu banyak kisah tependam menarik jiwa tuk dimengerti. Satu per satu gambaran nyata itu menyayat hati nan memilukan.
Lalu lalang dan suara hentakan kaki semakin terdengar  seperti mengelilingi, decakan kagum maupun prihatin begitu jelas bersuara. Banyak reaksi hati yang terukir dalam ruangan terbuka berbentuk lingkaran itu.  Satu per satu pun menuangkan suara hatinya dalam secarik kertas putih dengan tinta hitam diatasnya.
Bukan tanpa dasar tuk menuangkan hati, melainkan komentar-komentar itu sangat berharga.  Setiap komentar memiliki value dan komentar terbaik pun mendapatkan hadiah yang baik pula. Photography and Essay adalah nama kegiatan itu. Kegiatan ini diadakan di The UBM Plaza (TUPA)  dan mendapatkan antusias  baik dari peserta maupun penonton.
“Untuk pertama kalinya, pameran fotografi dan essay (Fotography and essay exhabiton) pertama kali di Univesitas Bunda Mulia (UBM). Karena dulu hanya photography   perkelas dan rencanya kegiatan ini akan diadakan secara berkesinambungan setiap tahunnya,tujuan dari kegiatan ini untuk membangkitkan kesadaran generasi muda  bagaimana menempati bumi ,bagaimana terhadap terhadap lingkungan berkelanjutan, “ ungkap Yuri Alfrin, Pembina Photography  and Essay.
Pameran ini merupakan salah satu bagian dari pekan Social Science Week (SSW)  yang bertemakan “Focus on the future” diselenggarakan dari tanggal 18-23 April 2016. Kegiatan ini dikatakan untuk mahasiswa, dari mahasiswa dan oleh mahasiswa karena ide ini muncul dari benak mahasiswa . Mahasiswa-mahasiswi UBM dengan lantang menginginkan kegiatan ini untuk dilakukan dengan menggaet KLIK dan club jurnal kegiatan ini pun dapat terlaksana.  
Partisipasi lomba foto terbaik akan ditentukan oleh jumlah vote dan akan  diseleksi kembali   tim dosen yang berkompeten dibidang photography untuk mendapatkan juara  Begitupula dengan artikel yang akan dilombakan. Foto yang dihadirkan sekitar 50 dari 150 foto dan 20  artikel dari 120 artikel yang digabungkan dari tiga kelas.
Foto dan artikel yang dilombakan seluruhnya bertemakan lingkungan, dengan harapan apa yang ditunjukkan benar-benar berdasarkan realita yang ada. Sehingga mahasiswa dapat menumbuhkan rasa kepedulian akan bumi, tempat tinggal manusia.  “Kriteria foto yang menang, yang memiliki captions dan foto yang sesuai dengan tema,” ucap Ines, Ketua Klub KLIK.
Menurut Sandra, Wakil Ketua Pelaksana pameran, “ Judul, keterkaitan konten , pemilihan kata, menarik atau tidaknya itu lah yang menentukan mana artikel yang layak untuk menang. Untuk pemenang sendiri, kami meyediakan posisi Juara 1, Juara 2 dan  favourite. Hadiah masih dirahasiakan agar menjadi surprise” .
Bukan hanya antusias peserta dari acara, tapi pengunjung pun memberikan kesan hangat.  Dukungan pun mengalir dari banyak pihak seperti dari  Kementrian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  serta Alfamart, Yayasan Tzu Chi, serta DAAI TV. Melihat hal ini membuktikan bahwa banyak kesadaran dan kepedulian akan lingkungan di dalam benak mahasiswa Universitas Bunda Mulia.



Total Tayangan Halaman

Quote of the day

“Look deep into nature, and then you will understand everything better.” — Albert Einstein